ISMAIL adalah putra Nabi
Ibrahim dari istrinya bernama
Hajar, seorang budak yang
dihadiahkan raja Mesir kepada
Nabi Ibrahim, dan kemudian
dinikahinya. Ismail termasuk
anak yang saleh, jujur dan
patuh. Semua perintah Allah
Swt. dan orangtua ditaatinya.
Saat masih bayi, Ismail dan
ibunya hidup di tengah padang
pasir Mekah. Di lembah tandus
itu, setelah lama menahan haus,
Ismail akhirnya minum air
zamzam. Ketika Ismail beranjak
remaja, Ibrahim menerima
perintah Allah Swt. melalui
mimpinya yang memintanya
menyembelih Ismail. Ismail pun
rela dan meminta ayahnya
melakukan itu. Ismail diutus
Allah Swt. ke negeri Yaman dan
Amalek untuk menyeru
kaumnya agar menyembah dan
mematuhi perintah Allah Swt.
Pada usia 13 tahun Ismail
dikhitan, yaitu pada saat Ibrahim
diperintahkan Allah untuk
mengkhitan dirinya dan
anaknya. Namanya disebut
dalam Al-Qur'an sebanyak 11
kali pada beberapa ayat.
LEMBAH TANDUS MEKAH
Sesudah Hajar melahirkan
Ismail, belakangan Sarah kurang
senang melihat keduanya. Lalu,
Ismail yang masih bayi dan
ibunya dibawa pindah Ibrahim
ke Mekah. Ismail dan Hajar
ditinggal di lembah tandus.
Adapun Ibrahim kembali ke
tempat Sarah, di Kanaan. Dari
tempat yang jauh itu Ibrahim
berdoa untuk anaknya,
"Ya Tuhan kami,
sesungguhnya aku telah
menempatkan sebagian
keturunanku dalam suatu
lembah yang tiada
bertetumbuhan, di dekat
rumah-Mu yang suci
(dihormati). Ya Tuhan kami
agar nanti mereka itu
menegakkan salat, maka
jadikanlah hati manusia itu
simpati kepada mereka, dan
berilah rezeki buah- buahan
agar mereka berterima
kasih"
( Q.14.37 ). Bila saat ini
orang berduyun-duyun
berziarah mengunjungi Mekah,
itu karena doa Ibrahim
dikabulkan Allah Swt.
ZAMZAM
Ketika Ismail dan Hajar hidup di
lembah tandus Mekah, lama
kelamaan persediaan air mereka
habis. Ibunya mencari air untuk
menghentikan haus dan tangis
Ismail. Ia bolak-balik dari Safa
dan Marwah. Usahanya sia-sia.
Namun atas rahmat- Nya, tiba-
tiba terdengarlah suara malaikat
yang menunjuk sebuah mata air.
Mata air itu melimpah ke mana-
mana. Malaikat berteriak
"Zamzam, zamzam!" yang
artinya " berkumpullah."
Akhirnya, mata air itu pun diberi
nama Zamzam.
ALLAH MAHA MENDENGAR
Sarah, istri Ibrahim, belum juga
diberi keturunan sampai usianya
tua. Akhirnya, ia mempersilakan
Ibrahim menikahi Hajar,
budaknya, yang kemudian
dimerdekakan. Melalui Hajar
inilah lahir seorang bayi laki-laki
yang diberi nama Ismail. Dalam
bahasa Ibrani, Isma itu artinya
mendengar, dan El itu Allah
(Tuhan). Jadi Isma-El artinya
'Allah Maha Mendengar',
karena mengabulkan doa
Ibrahim untuk memiliki
keturunan.
"Segala puji bagi
Allah yang telah mengaruniai
aku di hari tua, Ismail dan
Ishaq. Sesungguhnya Tuhanku
benar-benar Maha
Mendengar (Mengabulkan)
doa"
( Q.14:39 ).
BANI JURHUM
Sebagai pria yang mulai dewasa,
Ismail ingin berkeluarga. Ia
menikah dengan seorang gadis
dari Bani Jurhum. Tak lama
setelah pernikahan itu, Hajar
wafat. Ismail pun sedih. Dan
pada suatu hari, Nabi Ibrahim
datang lagi ke Mekah, dan
kedatangannya disambut kurang
sopan oleh istri Ismail. Oleh
karena berperilaku kurang baik,
maka Ismail dinasihati Nabi
Ibrahim agar menceraikan
istrinya. Nasihat itu diikutinya.
Lalu Ismail, menikah lagi, juga
dengan gadis dari Bani Jurhum.
Dari perkawinannya yang kedua
itu, Ismail dikaruniai keturunan
yang banyak. Dari keturunannya
itu itulah kelak lahir Nabi
Muhammad Saw.
KURBAN
Pada saat Ismail menjelang
remaja, Nabi Ibrahim
mendapatkan perintah dari
Allah Swt. melalui mimpinya. Ia
diperintahkan Allah Swt. untuk
menyembelih Ismail. Ismail pun
bersedia dijadikan kurban.
Akhirnya, perintah
penyembelihan itu dilaksanakan
di sebuah bukit di Mina. Namun,
atas izin Allah Swt., ketika
hendak disembelih, Ismail
diganti dengan seekor
sembelihan yang besar
(
Q.37:102-107 ).
(sumber: Ensiklopedi Islam
untuk Pelajar - no.3)
Nabi Ishaq a.s.